facebook-pixel

PROMO TERBATAS UNTUK 20 PEMESAN PERTAMA

Kuota Terpenuhi
90%

🎉 September Ceria

Cashback Rp200 Ribu + Diskon Ongkir 20% untuk Cetak Buku | 20 Kuota Pertama

Kuota Terpenuhi
90%

Cara Membuat Sinopsis Novel yang Menarik + Contohnya

Membuat sinopsis novel bukan sekadar meringkas cerita menjadi beberapa paragraf. Anda perlu memilih bagian terpenting dari novel, mulai dari tokoh utama dan konflik hingga perkembangan alur, tanpa memasukkan detail yang tidak diperlukan. Tantangannya adalah menyampaikan inti cerita secara ringkas, tetapi tetap jelas dan menarik.

Agar lebih mudah, Anda bisa menyusun sinopsis secara bertahap dengan memahami cerita secara utuh, menentukan konflik utama, memilih peristiwa penting, lalu merangkainya menjadi tulisan yang runtut.

Lantas, bagaimana cara membuat sinopsis novel yang baik dan seperti apa contohnya? Berikut langkah langkah yang bisa Anda ikuti.

Apa Itu Sinopsis Novel?

Sinopsis novel merupakan ringkasan singkat yang menggambarkan isi atau jalan cerita sebuah novel. Didalamnya terdapat informasi mengenai tokoh utama, latar cerita, konflik, serta perkembangan cerita secara garis besar. Berbeda dari blurb yang dibuat untuk membangkitkan rasa penasaran, sinopsis bisa mengungkapkan alur dan bahkan penyelesaian cerita secara lebih lengkap.

Dalam konteks penulisan, sinopsis berfungsi sebagai gambaran menyeluruh mengenai sebuah karya. Penulis menggunakan sinopsis untuk membantu editor, penerbit, atau pihak lain memahami cerita tanpa harus membaca keseluruhan naskah. Oleh karena itu, sinopsis harus ringkas, tetapi tetap mewakili inti cerita.

Secara sederhana, sinopsis dapat dipahami sebagai “peta” sebuah cerita. Pembaca tidak harus mengetahui setiap adegan atau dialog, tetapi harus mendapatkan gambaran tentang siapa yang mengalami masalah, apa masalahnya, bagaimana konflik berkembang, dan dimana cerita tersebut berakhir.

Cara Membuat Sinopsis Novel

Membuat sinopsis terasa lebih mudah jika dilakukan secara bertahap. Jangan langsung merangkum seluruh novel dalam satu kali tulis. Kenali dulu inti ceritanya, kemudian susun informasi yang paling penting menjadi rangkaian paragraf yang saling terhubung. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda gunakan untuk membuat sinopsis novel yang menarik dan terstruktur.

1. Baca dan Pahami Cerita Secara Utuh

Langkah pertama memahami novel secara keseluruhan. Jika Anda adalah penulisnya, pastikan sudah mengetahui alur utama, perkembangan karakter, konflik, hingga penyelesaian cerita. Jangan hanya berfokus pada bab pembuka karena sinopsis harus menggambarkan cerita secara menyeluruh.

Saat membaca atau meninjau kembali naskah, catat bagian-bagian penting seperti tokoh utama, tujuan tokoh, konflik terbesar, perubahan yang dialami tokoh, dan ending. Catatan tersebut menjadi bahan utama ketika menyusun sinopsis.

2. Tentukan Tokoh Utama

Tidak semua karakter dalam novel harus dimasukkan ke dalam sinopsis. Fokuslah pada tokoh yang berperan penting dalam perkembangan cerita, terutama protagonis dan karakter lain yang berkaitan langsung dengan konflik utama.

Setelah menentukan tokoh utama, jelaskan secara singkat siapa dirinya dan apa yang ia inginkan. Informasi ini penting karena pembaca harus mengetahui dari sudut pandang siapa cerita bergerak dan apa yang menjadi tujuan utama karakter tersebut.

3. Temukan Konflik Utama

Konflik adalah jantung cerita. Tanpa konflik, sinopsis terasa seperti daftar kejadian yang tidak mempunyai arah. Oleh karena itu, tentukan satu persoalan utama yang menjadi penggerak cerita.

Tanyakan kepada diri sendiri: masalah terbesar apa yang harus dihadapi tokoh utama? Apa yang dipertaruhkan jika tokoh tersebut gagal? Jawaban dari pertanyaan ini membantu Anda menemukan inti cerita yang harus dimasukkan ke dalam sinopsis.

4. Pilih Alur yang Paling Penting

Novel terdiri dari puluhan bab dan ratusan halaman, sedangkan sinopsis hanya mempunyai ruang terbatas. Artinya, tidak semua kejadian harus dimasukkan. Pilih peristiwa yang benar-benar berpengaruh terhadap perkembangan konflik dan karakter.

Jangan memasukkan detail kecil seperti percakapan, adegan tambahan, atau karakter sampingan yang tidak berpengaruh besar terhadap jalan cerita. Jika sebuah adegan bisa dihilangkan tanpa mengubah inti cerita, kemungkinan besar adegan tersebut tidak harus muncul dalam sinopsis.

5. Susun Cerita Secara Kronologis

Sinopsis harus mempunyai alur yang mudah diikuti. Mulailah dari pengenalan tokoh dan situasi, kemudian masuk ke konflik, perkembangan masalah, klimaks, hingga penyelesaian. Urutan ini membantu pembaca memahami hubungan sebab-akibat dalam cerita.

Jika novel menggunakan alur maju-mundur atau mempunyai struktur cerita yang kompleks, Anda harus tetap menyederhanakannya. Tujuannya bukan menyalin struktur novel secara mentah, melainkan menyampaikan perkembangan cerita dengan cara yang paling mudah dipahami.

6. Tunjukkan Perkembangan Karakter

Novel yang menarik tidak hanya bercerita tentang peristiwa, tetapi juga tentang perubahan yang dialami karakter. Oleh karena itu, sinopsis harus menunjukkan bagaimana tokoh utama berkembang akibat konflik yang dihadapinya.

Misalnya, tokoh yang awalnya takut mengambil keputusan kemudian dipaksa menghadapi keadaan yang membuatnya berani bertindak. Perubahan semacam ini membuat sinopsis lebih hidup karena pembaca melihat perjalanan karakter, bukan sekadar rangkaian kejadian.

7. Gunakan Bahasa yang Padat dan Jelas

Sinopsis bukan tempat untuk menjelaskan setiap detail cerita. Gunakan kalimat yang langsung menuju inti dan hindari kata-kata yang tidak memberikan informasi berarti. Setiap paragraf harus mempunyai fungsi yang jelas.

Meskipun ringkas, bukan berarti sinopsis harus kaku. Pilih kata yang menggambarkan konflik dan karakter secara efektif. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan genre novel, tetapi tetap prioritaskan kejelasan agar pembaca tidak kesulitan memahami ceritanya.

8. Sertakan Ending Cerita

Salah satu perbedaan penting antara sinopsis dan blurb adalah sinopsis harus menjelaskan penyelesaian cerita. Jadi, jangan sengaja menyembunyikan ending hanya untuk membuat pembaca penasaran.

Jelaskan bagaimana konflik utama akhirnya terselesaikan dan apa yang terjadi pada tokoh utama. Tidak perlu menguraikan setiap detail akhir cerita, tetapi pembaca sinopsis harus mendapatkan gambaran mengenai bagaimana perjalanan cerita tersebut berakhir.

9. Edit dan Pangkas Bagian yang Tidak Perlu

Setelah sinopsis selesai ditulis, jangan langsung menganggapnya sebagai versi final. Baca kembali dan periksa apakah setiap kalimat benar-benar menjelaskan cerita. Jika ada informasi yang berulang atau terlalu detail, pangkas bagian tersebut.

Coba bayangkan seseorang yang belum pernah membaca novel tersebut membaca sinopsis Anda. Apakah ia bisa memahami siapa tokoh utamanya, apa konfliknya, bagaimana cerita berkembang, dan bagaimana akhirnya? Jika jawabannya ya, maka sinopsis sudah dinyatakan tepat.

Baca juga: Margin Novel yang Ideal: Ukuran, Gutter & Cara Mengaturnya

Contoh Sinopsis Novel

Agar lebih mudah memahami bentuknya, berikut contoh sinopsis berdasarkan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Contoh sinopsis:

Laskar Pelangi bercerita tentang kehidupan sepuluh anak dari keluarga sederhana yang bersekolah di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung. Mereka belajar dalam kondisi serba terbatas, tetapi mempunyai semangat dan mimpi yang besar. Diantara mereka terdapat Ikal, tokoh yang menjadi pusat cerita, bersama sahabat-sahabatnya yang mempunyai karakter dan cita-cita berbeda.

Kehadiran guru-guru seperti Bu Muslimah dan Pak Harfan membuat mereka terus mempertahankan semangat belajar meskipun sekolah mereka menghadapi berbagai keterbatasan. Persahabatan, perjuangan mendapatkan pendidikan, serta berbagai pengalaman masa kecil membentuk perjalanan mereka. Setiap anak menghadapi tantangan masing-masing, tetapi kebersamaan membuat mereka mampu melewati berbagai kesulitan.

Seiring berjalannya waktu, pengalaman di sekolah tersebut membentuk cara pandang mereka terhadap kehidupan dan masa depan. Perjuangan mereka menunjukkan bahwa keterbatasan tidak selalu menjadi penghalang untuk bermimpi. Kisah Laskar Pelangi pada akhirnya menjadi cerita tentang pendidikan, persahabatan, ketekunan, dan keberanian untuk mengejar cita-cita meskipun berasal dari keadaan yang sederhana.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa sinopsis tidak harus menceritakan setiap kejadian dalam novel. Fokusnya adalah memperkenalkan tokoh utama, menggambarkan situasi awal, menunjukkan konflik dan perjalanan cerita, kemudian memberikan gambaran mengenai pesan serta penyelesaian cerita secara ringkas.

Jika sinopsis dibuat untuk kebutuhan pengajuan naskah kepada penerbit, format dan panjangnya bisa disesuaikan dengan ketentuan penerbit yang dituju. Sementara itu, sinopsis untuk kebutuhan promosi pembaca dapat dibuat lebih singkat dan menggugah rasa penasaran, karena fungsinya lebih dekat dengan materi pengenalan cerita.

Kesimpulan

Itulah pembahasan terkait cara membuat sinopsis novel yang baik, mulai dari memahami cerita hingga menyunting hasil akhirnya. Sebelum menyelesaikannya, pastikan sinopsis sudah mewakili isi novel dan sesuai dengan tujuan penulisannya. Untuk pengajuan naskah kepada penerbit, jelaskan perkembangan konflik hingga penyelesaiannya.

Sementara itu, jika ditujukan untuk promosi kepada calon pembaca, sesuaikan isi dan tingkat pengungkapan cerita dengan fungsi sinopsis tersebut.

Temukan berbagai wawasan seputar dunia percetakan buku, mulai dari penulisan dan pengembangan naskah hingga proses produksi dan pencetakan. Jelajahi artikel terkait dari BU Printing & Packaging berikut

Kontributor :

Picture of Hanif Tsabitul Asmi

Hanif Tsabitul Asmi

Hanif Tsabitul Asmi adalah seorang profesional di bidang digital marketing dengan ketertarikan khusus pada Search Engine Optimization (SEO), content marketing, dan copywriting.

Bagikan Artikel Ini

Temukan Insights Lainnya