facebook-pixel

6 Jenis Kertas untuk Kalender yang Wajib Anda Ketahui

Jenis kertas untuk kalender

Anda pernah lihat kalender yang warnanya memudar atau mudah rusak sebelum tahun berganti? Masalah tersebut sering berawal dari pemilihan jenis kertas untuk kalender yang keliru. 

Kertas yang tidak tepat akan membuat kalender Anda cepat lusuh, kehilangan daya tariknya, dan tujuan pembuatan kalender untuk branding maupun promosi tidak tercapai. Sekarang, sudah waktunya Anda menghindari kekecewaan tersebut. 

Dalam panduan ini, kami akan mengupas tuntas karakteristik setiap jenis kertas untuk kalender. Dengan pemahaman yang tepat, kalender Anda akan tampil elegan dan benar-benar tahan lama sepanjang tahun.

Jenis Kertas yang Umum Digunakan untuk Kalender

Memilih kertas untuk kalender yang tepat menjadi kunci utama ketahanan dan estetika sebuah kalender. Yuk, pahami jenis kertas untuk kalender berikut!

1. Art Paper

Kertas ini memiliki permukaan yang sangat halus, menghasilkan cetakan penuh warna dengan detail tajam. Keunggulan utamanya terletak pada lapisan coating khusus, baik glossy maupun matte, yang membuat tinta cepat kering dan tidak mudah luntur.

Kalender dinding dengan art paper akan mempertahankan warna cerahnya sepanjang tahun. Pilihan finishing-nya juga fleksibel, bisa dilaminasi doff atau glossy untuk perlindungan ekstra.

2. Art Carton

Selanjutnya, ada art carton yang merupakan varian art paper tapi dengan ketebalan jauh lebih tinggi, mulai dari 210 gsm. Kekakuan strukturnya menjadikannya pilihan ideal untuk kalender meja yang perlu berdiri tegak.

Selain menawarkan kualitas cetak premium seperti art paper, materialnya memberikan kesan mewah dan solid. Kalender dari art carton tidak mudah melengkung, sehingga tetap rapi sepanjang masa pakai.

Baca juga: Kenali Perbedaan Art Paper dan Art Carton Sebelum Mencetak

3. HVS

Sebagai pilihan kertas untuk kalender ekonomis, HVS memiliki permukaan tanpa coating dengan daya serap tinta tinggi. Kertas HVS cocok untuk kalender dengan desain sederhana atau penggunaan internal.

Gramasinya yang ringan, umumnya 70-100 gsm, membuatnya mudah dipasang tanpa membebani dinding. Namun perlu Anda ingat, warna cetaknya cenderung lebih redup dibandingkan kertas bercoating.

4. Ivory

Kertas ivory memiliki ciri khas dua muka berbeda: satu sisi berwarna putih bersih dan sisi lainnya abu-abu. Ketebalannya yang mulai dari 210 gsm menjadikannya sangat kokoh untuk kalender duduk atau meja. 

Sisi putihnya memberikan dasar yang sempurna untuk reproduksi warna yang akurat. Sementara itu, strukturnya yang kaku memastikan kalender tidak mudah terjatuh atau terlipat.

5. Duplex

Mirip dengan ivory, duplex juga memiliki dua muka berwarna berbeda, namun biasanya dengan permukaan yang lebih kasar. Kertas duplex dipilih khusus untuk bagian dudukan atau penyangga pada kalender meja karena kekakuannya yang luar biasa. 

Harganya yang relatif ekonomis menjadikannya solusi hemat tanpa mengorbankan stabilitas. Permukaannya yang porous juga memungkinkan untuk diberi lapisan tambahan seperti laminasi.

6. Blues White

Pilihan kertas untuk kalender meja ini menawarkan kelebihan pada satu sisi permukaan putih halus dan sisi lainnya berwarna abu-abu biru. Kekakuan kertas ini sangat konsisten yang membuatnya tahan bengkok untuk kalender meja berukuran besar.

Permukaan putihnya mampu menampilkan grafis dengan jelas dan tajam. Bahkan, sisi berwarnanya dapat Anda fungsikan sebagai area untuk mencatat dengan pulpen atau spidol tertentu.

Perbandingan Kertas Kalender Dinding dan Kalender Meja

Setelah memahami berbagai jenis kertas untuk kalender, mungkin Anda masih bingung memilih antara kertas untuk kalender dinding dan meja.

Perbedaan utama terletak pada ketebalan dan jenis kertasnya. Kalender dinding membutuhkan kertas yang ringan untuk mudah digantung, sementara kalender meja memerlukan kertas tebal agar kokoh berdiri. Nah, yuk simak perbandingan detailnya berikut ini!

FiturKalender DindingKalender Meja
Ketebalan KertasLebih tipis, menggunakan art paper 120-160 grLebih tebal dan kokoh, menggunakan art paper atau art carton 210-260 gr
Keunggulan KertasRingan dan mudah digantungMemberikan kesan premium, elegan, dan lebih tahan lama
PenggunaanVisual luas, mudah dilihat dari kejauhanCocok untuk penggunaan personal/profesional di atas meja
Harga CetakLebih ekonomis karena jenis kertasnya ringanLebih mahal karena membutuhkan kertas yang lebih tebal dan berkualitas

Tips Memilih Kertas Kalender agar Lebih Efisien & Menarik

Memilih material yang tepat tidak hanya mempengaruhi estetika, tetapi juga efisiensi biaya dan fungsi kalender. Berikut 6 panduan praktis untuk menentukan pilihan terbaik.

1. Tentukan Budget di Awal

Langkah pertama, alokasikan anggaran khusus untuk kertas untuk kalender. Batasan finansial akan mempersempit pilihan dan mencegah Anda terbawa tawaran diluar kemampuan.

Sebagai contoh, proyek dengan dana terbatas dapat mempertimbangkan HVS 100 gr, sementara anggaran lebih fleksibel bisa memilih art carton 260 gr. Perhitungan matang di fase ini membantu mengalokasikan dana ke aspek produksi lainnya.

2. Sesuaikan dengan Desain Grafis

Berikutnya, Anda juga perlu mempertimbangkan kompleksitas desain sebelum memutuskan. Kertas bercoating seperti art paper menghasilkan warna lebih hidup dan detail tajam, cocok untuk fotografi atau ilustrasi kompleks. 

Sebaliknya, desain sederhana dengan sedikit elemen visual tetap bisa tampil optimal di atas kertas HVS. Prinsipnya, semakin banyak gradasi warna dan detail kecil, semakin penting memilih kertas dengan permukaan halus.

3. Evaluasi Lokasi Penempatan

Kalender yang diletakkan di ruangan terpapar sinar matahari langsung memerlukan kertas tahan UV. Paparan konstan dapat membuat warna di kertas biasa cepat memudar hanya dalam beberapa bulan.

Sebagai solusi, pilih material dengan coating khusus atau tambahkan laminasi UV protection. Untuk kalender di dalam ruangan tanpa jendela, ketahanan terhadap fading bukan menjadi prioritas utama.

4. Pilih Berdasarkan Metode Penggunaan

Analisis bagaimana kalender akan digunakan sehari-hari. Kalender meja memerlukan kertas untuk kalender yang tebal dan kaku seperti ivory 260 gr agar tidak mudah terjungkal.

Sementara itu, kalender dinding hanya membutuhkan material lebih ringan seperti art paper 150 gr. Bahkan, pertimbangkan juga apakah permukaannya perlu tahan terhadap coretan spidol, yang memerlukan kertas khusus seperti blue white.

5. Bandingkan Sampel Fisik Langsung

Jangan hanya mengandalkan spesifikasi di katalog, mintalah sampel fisik pada vendor. Perhatikan bagaimana tekstur permukaan mempengaruhi genggaman dan pantulan cahaya.

Lakukan uji coba dengan mencetak desain berwarna gelap dan terang pada sampel tersebut. Cara praktis ini membantu memastikan kualitas cetak sesuai ekspektasi sebelum memesan dalam jumlah besar.

6. Hitung Total Kebutuhan dengan Akurat

Lakukan kalkulasi tepat terhadap jumlah halaman dan eksemplar. Pemesanan dalam volume besar biasanya mendapatkan harga satuan lebih murah, tapi hindari overstock.

Sebagai contoh, untuk kalender dinding 500 eksemplar, kertas art paper 150 gr mungkin sudah cukup dan lebih efisien daripada art carton 210 gr. Selalu sediakan cadangan 5-10% untuk keperluan proofing dan antisipasi kesalahan cetak.

Dapatkan insight menarik lainnya dalam kumpulan artikel berikut:

Kesimpulan

Memilih jenis kertas untuk kalender bukan sekadar urusan teknis. Ini tentang bagaimana Anda ingin brand Anda diingat sepanjang tahun. Setiap tekstur, ketebalan, dan hasil cetak memiliki kesan tersendiri yang dapat memperkuat citra profesional dan daya tarik visual kalender Anda.

Daripada bingung menentukan pilihan sendiri, konsultasikan dulu kebutuhan cetak kalender Anda bersama tim ahli BU Printing & Packaging. Kami siap membantu Anda memilih bahan terbaik, menyesuaikan desain, dan memastikan hasil akhir yang benar-benar mencerminkan karakter bisnis Anda.

Rate this post

Kontributor :

Artikel pertama kali ditulis oleh Farijihan Putri, kemudian diperbarui dan disempurnakan oleh Hanif Tsabitul Asmi.

Picture of Hanif Tsabitul Asmi

Hanif Tsabitul Asmi

Hanif Tsabitul Asmi adalah seorang profesional di bidang digital marketing dengan ketertarikan khusus pada Search Engine Optimization (SEO), content marketing, dan copywriting.

Bagikan Artikel Ini